Senin, 18 Januari 2010

PAMERAN

PERENCANAAN PAMERAN

1. Tujuan Pameran
Pameran adalah sarana komunikasi antara seniman dengan masyarakat lewat karya seni yang telah diciptakan. Pameran juaga dapat berfungsi sebagai media apresiasi bagi masyarakat terhadap karya-karya seniman. Hubungan timbalbalik ini menunjukkan terjadinya interaksi antara seniman dengan masyarakat.
Dalam kaitannya dengan pendidikan seni rupa,pameran seni rupa dapat dilaksanakan dalam batas-batas tertentu yang disesuaikan dengan kemampuan. Lepas dari itu semua,pameran di sekolah akan memberi banyak manfaat bagi siswa,di antaranya :

1. Menambah kemampuan siswa dalam memberi apresiasi karya orang lain.
2. Mampu mengadakan evaluasi karya secara obyektif.
3. Melatih kerja secara kelompok (team)
4. mempertebal pengalaman sosialisasi bagi siswa.
5. Melatih tanggung jawab dan sikap mandiri.
6. Melatih membuat perencanaan dan pelaksanaan pameran.


2. Syarat-syarat Pelaksanaan Pameran
Dalam pelaksanaan Pameran harus direncanakan dengan maksimal, sebab pelaksanaan pameran melibatkan banyak orang baik itu sebagai pelaksana maupun sebagai pengunjung pameran. Untuk dapat memaksimalkan pelaksanaan pameran hendaknya membuat perencanaan secara tertulis, sehingga persiapan yang harusnya diwujudkan tidak akan menjadi kendala pada saat pelaksanaan. Proposal yang di dalamnya memuat Tema, Tujuan, Pelaksanaan,Pelaksana, Anggaran, adalah wujud perencanaan secara tertulis yang mesti dipersiapkan serta memperhatikan beberapa factor yang menjadi persyaratan, yaitu :
a. Karya Yang Dipamerkan
o Karya seni rupa Homogen
Karya seni rupa yang akan dipamerkan adalah karya yang sejenis, misalnya : Karya seni rupa 2 dimensi, Kartya seni rupa 3 dimensi, Lukisan, Patung, da sebagainya.
Pameran seni rupa yang Homogen dapat diterjemahkan sebagai Pameran tunggal, yaitu pameran seni rupa yang dilaksanakan oleh seorang seniman dengan memamerkan karyanya sendiri.


o Karya seni Rupa Heterogen
Karya seni rupa yang dipamerkan adalah campuran berbagai jenis karya seni rupa, misalnya : karya 2 dimensi dengan karya 3 dimensi, Lukisan dengan Patung atau dengan Kerajinan.
Pemeran seni rupa yang Heterogen dapat diartikan sebagai pameran dari beberapa seniman yang memamerkan karyanya dalam satu pelaksanaan.

b. Panitia Pameran.
Penyelenggaraan sebuah Pameran biasanya dilakukan oleh sebuah panitia. Hal ini untuk mengatur nmekanisme kerja secara efektif. Kepanitiaan pameran di sekolah dapat disusun sebagai berikut :























Susunan panitia tersebut dapat ditambah atau dikurangi menurut kodisi sekolah masing-masing.


c. Sarana dan Prasarana
Dalam suatu pelaksanaan pameran, sarana dan prasarana menjadi syarat mutlak yang harus ada. Karena tanpa syuarat ini sebuah pameran tidak akan dapat dilaksanakan.
Yang termasuk sarana dan prasarana dalam pelaksanaan pameran adalah :
o Dana
o Ruangan / Tempat
o Pencahayaan (Lighting)
o Panel-panel untuk memasang karya
o Standar disply untuk menempatkan karya 3 dimensi.
o Sound System
o Catalog
o Buku tamu
o Buku kesan dan Pesan.




PROSES PENCIPTAAN KARYA SENI

Dalam proses penciptaan karya seni, sebagai seorang seniman ditentukan kreativitasnya, untuk mampu menciptakan bentuk yang dinamis dan produktif. Dalam arti karya seni yang belum diciptakan atau dikaryakan seniman sebelumnya. Hal ini tentu saja menuntut keterlibatan kemampuan seniman, baik pancaindera, pikir, maupun karsa.
Menurut Herbert Read, seni adalah sesuatu usaha atau kegiatan manusia untuk menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan. Pengertian seni yang diungkapkan oleh Herbert Read tersebut memberi gambaran bahwa kegiatan manusia untuk menciptakan suatu karya seni baik seni rupa, seni suara, seni tari, maupun seni sastra perlu didukung adanya kreatifitas yang mantap.
Agar seniman benar-benar dapat menciptakan karya seni yang bermutu tinggi, diharapkan mempunyai cakrawala pandang yang luas, untuk melihat persoalan atau obyek-obyek yang ada di lingkungan sekitar. Karena lingkungan social sekitar itulah yang menjadi sumber ide, gagasan, dan konsep untuk dijadikan karya seni.
Penciptaan karya seni dapat terwujud, apabila seniman kaya dengan ide, gagasan, dan konsep. Ide dan gagasan tersebut diekspresikan secara kreatif.
Proses penciptaan nkarya seni dapat digambarkan, bahwa mula-mula seniman mendapat rangsangan atau dorongan dari lingkungan berupa obyek yang menarik. Rangsangan atau obyek yang diamati tersebut diproses lewat pikiran, maka terjadilah ide, gagasan, dan konsep. Ide, gagasan, dan konsep akan terwujud secara nyata berupa karya seni, kalau seniman didorong oleh kemauan keras (karsa) untuk mencipta.




Kegiatan mengembangkan kehidupan secara lahir dan batin dengan membuat ciptaan – ciptaan baru






Hasil karya kreatif manusia yang mempunyai nilai keindahan









KARYA SENI RUPA

Dtitinjau dari bentuknya, proses penciptaan menghasilkan karya seni rupa 2 dimensi dan karya seni rupa 3 dimensi. Karya seni rupa 2 dimensi adalah karya seni rupa yang mempunyai dimensi panjang dan lebar, sehingga hanya dapat dilihat dari satu arah pandang. Sedangkan karya seni 3 dimensi adalah karya seni rupa yang mempunyai dimensi panjang, lebar, dan tinggi / ketebalan, sehingga karya seni 3 dimensi dapat dilihat dari berbagai arah.

1. Bentuk karya 2 Dimensi misalnya :
• Gambar Ekspresi
Adalah karya yang dalam proses penciptaannya megutamakan pengungkapan perasaan / ekspresi, sehingga pandangan seniman terhadap perwujudan obyek / alam akan diungkapkan setelah terjadi proses dalam dirinya. Sehingga yang muncul dalam bentuk karya adalah ungkapan ekspresi si seniman.




































• Gambar Bentuk
Adalah karya yang menggambarkan perwujudan bentuk benda. Benda yang ada disekeliling kita mempunyai bentuk dasar berbeda-beda (misalnya : Kubistis, Silendris, dan Bebas ).

a. KUBISTIS

















































b. SILINDRIS






















































c. BEBAS






















































• Gambar Illustrasi
Adalah karya yang dalam proses penciptaannya menurut kepentingan / kegunaan. Seniman mencipta untuk memberikan pemahaman atau penjelasan akan maksud yang ingin disampaikan pada masyarakat. Karya illustrasi membantu memberikan penjelasan setelah uraian kalimat kurang mampu.

a. Manusia
















































b. Binatang













































































































c. Tumbuhan






















































2. Bentuk karya 3 Dimensi misalnya :
Seni Patung
Adalah seni yang diwujudkan lewat teknik membentuk / membutsir, memahat / mengurangi, atau menata / konstruksi, dan berbentuk 3 dimensi.
o Teknik membentuk / membutsir untuk membuat patung dengan bahan Lunak (misalnya : tanah liat)

o Teknik memahat / mengurangi untuk membuat patung dengan bahan keras (misalnya : kayu, batu, dll)

o Teknik menata / menyusun untuk membuat patung konstruksi dengan menata bahan yang sudah berbentuk (misalnya : bentuk daribahan besi, kayu,plastik, dll)








































































































































PELAKSANAAN PAMERAN

Bila semua unsur dan syarat pameran sudah terpenuhi, maka sebuah pameran dapat dilaksanakan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pameran adalah :

1. Unsur karya
Karya yang dipamerkan harus melalui tahap seleksi dan dikelompokkan menurut jenis dan dimensinya. Hal ini untuk memudahkan pengunjung dalam menikmatinya.

2. Unsur Informasi
Pameran akan ideal bila setiap karya dilengkapi dengan informasi yang lengkap, antara lain : judul, waktu pembuatan (tahun), seniman pembuat, bahan yang digunakan, ukuran, dan sebagainya. Informasi ini selain ditulis dalam katalog juga perlu dibubuhkan di sisi karya yang dipamerkan.





































3. Unsur Tempat
Agar dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung untuk memgapresiasi karya yang dipamerkan, maka tempat pameran perlu diperhitungkan. Yang paling ideal adalah tempat yang luas, penataan tempat yang baik akan memberi efek positif bagi pengunjung.
Selain tempat yang memadai, alur lalu lintas pengunjung juga perlu diatur. Dengan demikian pameran tidak terkesan semrawut.



Contoh : Denah Pameran LUKISAN Dan PATUNG
































Keterangan :
Lukisan

Patung

Tempat duduk






























































4. Unsur cahaya
Bila cahaya di tempatkan pada posisinya dengan tepat, maka akan memperindah karya yang dipamerkan, sehingga ia akan membantu proses komunikasi seniman dengan apresiator lewat apreasiasi karya.





















5. Unsur Penataan Karya
Penataan karya harus tepat, sehingga dapat dinikmati secara optimal oleh pengunjung. Dengan demikian, proses apresiasi berlangsung dengan baik. Penempatan karya yang kurang tepat akan menghambat terjadinya proses apresiasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar